Kamis, 25 Juni 2009

Tanda-Tanda Orang Yang Mendapat Hidayah


Segala puji bagi Allah, pencipta langit dan bumi, Seluruh kejayaan dan kesuksesan makhluk ada dalam genggaman-Nya. Yang berkuasa sebelum makhluk itu diadakan, setelah ada dan tetap berkuasa setelah makhluk itu tiada. DIA tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi seluruh makhluk bergantung kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kita memohon ampunan dan petunjuk serta pertolongan. Dan tempat berlindung dari segala keburukan jiwa dan amal buruk yang kita lakukan, baik disengaja maupun yang tidak, yang disadari maupun tidak. Ketahuilah, siapa saja yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidaklah ia akan tersesat! Dan siapa saja yang disesatkan oleh Alloh, maka tidak ada seorang pun yang mampu menunjukinya.

Di antara tanda-tanda orang yang mendapatkan hidayah ialah:
  1. Tidak tertipu atau terpengaruh oleh kehidupan duniawi, yaitu
  • Tipuan berhala: berkeyakinan bahwa benda-benda bertuah dapat memberikan manfaat.

  • Tipuan harta: meyakini bahwa dengan harta akan mendapatkan kesuksesan.

  • Tipuan iptek: menjadi hamba teknologi dan berkeyakinan bahwa dengan teknologi mereka akan mendapatkan kesuksesan.

  • Tipuan dajjal: Dunia semakin maju dan makmur, seperti nenek tua mengenakan perhiasan yang elok. perekonomian dikuasai oleh dajjal sehingga pengikut dajjal akan hidup makmur. Orang-orang beriman hanya bisa bertasbih, mereka yang tertipu akan terpesona dengan kemegahan dunia. Para wanita bernyanyi dan perzinaan merajalela. Rasululloh SAW, bersabda, "Demi Alloh, aku tidak takut kemiskinan dan kelaparan menimpa kalian. Namun yang aku takutkan adalah jika kemewahan dunia mendatangi kalian, sebagaimana kemewahan dunia telah diberikan kepada mereka(orang-orang terdahulu). Dan hati kalian akan berpaling ke arahnya, sebagaimana hati mereka telah dipalingkan ke arahnya. Inilah yang akan membinasakan kalian, sebagaimana kaum-kaum terdahulu dibinasakan".(Hr Bukhari~misykat)
  1. Siap mati sebelum kematian itu datang. Bagi orang mukmin kematian adalah hari raya. Dakwah sampai mati, mati dalam dakwah.

  2. Semangat dalam mengamalkan agama. Mengamalkan sunnah Rasululloh SAW. selama 24 jam sehari dengan mengikuti tertib hidup Rasululloh SAW.

  3. Mujahadah: (1) jalan takwa, jalan ditengah yang aman, sederhana,dan singkat, seperti Abu Bakar r.a. dan umar r.a, ustman r.a, Ali r.a, dan para sahabat r.ahum yang lain. (2)jalan fatwa, jalan dipinggir apabila tidak berhati-hati akan tergelincir ke dalam jurang kebinasaan. Dalam al-Quran dijelaskan ; "Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Alloh dengan berada ditepi, maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia kebelakang. Rugilah ia didunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (Qs.al Hajj:11).

  4. Siang hari berpuasa, pada malam hari melaksanakan shalat tahajjud dan berdoa memohon hidayah untuk seluruh manusia.

Untuk mengekalkan hidayah pada diri kita, hendaknya senantiasa melakukan; (1)do'a, (2)usaha dakwah Nabi SAW., dan (3)mujahadah, Mujahadah terdiri dari empat hal, yaitu;

  1. Mujahadah menjaga nisab. Berangkat dalam keadaan ringan dan berat, susah atau senang, "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Alloh. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."(Qs.at Taubah; 41)

  2. Mujahadah menyambut takazah. Senantiasa bersedia mwningkatkan pengorbanan mengambil takazah. Hal inilah yang akan menghancurkan kebatilan. Hadirkan keadaan ummatdi akhirat kelak, seolah-olah dihadapan mata, sehingga menyambut takazah.

  3. Mujahadah melawan hawa nafsu. Merelakan diri menanggung malu dihadapan manusia demi agama, sehingga Alloh SWT. juga akan malu menghisab diri kita diakhirat kelak. Senantiasa berlaku zuhud, baik zuhud dalam harta (datangnya harta tidak membuat dirinya senang dan ketiadaan harta tidak menjadi susah)maupun zuhud dalam kemasyhuran(tetap berdakwah meskipun orang-orang mencela atau tidak suka).

  4. mujahadah meninggalkan kesenangan hidup. Seorang sahabat r.a baru saja pulang dari jihad dan akan menemui istrinya yang telah siap menyambutnya. Namun ketika mendengar pasukan muslim mengalami kekalahan di Tabuk, ia membatalkan niat untuk pulang kerumah menemui keluarganya dan kembali ke medan perang menyusul Rasululloh SAW. dan para sahabat lainnya. Dari kejauhan Rasululloh SAW. melihat ada seorang laki-laki, beliau SAW. lalu berkata "Semoga dia Abu Khaitsamah?" Dan ternyata benar dia adalah Abu Khaitsamah. Rasululloh SAW. lalu berkata kepada Abu khaitsamah r.a., "Hampir saja engkau menjatukan dirimu sendir dalam kebinasaan!"

Demikian pula Jalabid r.a. yang akan melangsungkan pernikahan. baru saja pulang dari pasar berbelanja untuk keperluan pernikahannya ditengah jalan ia mendengar kekalahan ummat Islam di Uhud. Maka ia kembali kepasar menukarkan barang-barang persiapan pernikahannya dengan alat-alat perang. Ia pun menjemput syahid di medan perang tanpa pernah merasakan indahnya malam pengantin.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar